Tuesday, January 2, 2007

Invisible Wall

Sebuah postingan perihal efek angin yang menerpa pengendara motor di tempat tinggi (*etc : fly over) :
Sumber : milis FORUM SAFETY RIDING JAKARTA ( FSRJ@googlegroups.com )
Posted by
temmy2409@gmail.com

Sedikit sharring aja buat kawan2 semua. Mohon berhati-hati terhadap kondisi cuaca Jakarta dan sekitarnya akhir2 ini. Pengalaman gw kemarin sore agak mengagetkan juga, karena gw belum pernah mengalami kejadian ini.

Sekitar pukul 16:00 WIB, gw lagi otw home diatas fly over Gudang Peluru tebet (casablanca) di jalur kanan dan baru saja mendahului beberapa motor dikiri dengan kecepatan sekitar 60-70 km/jam. Tiba2 motor gw bergeser seperti didorong invisible wall dari arah kanan. Motor gw bergeser sampai hampir menyentuh pagar pembatas fly over disebelah kiri, kira2 sejengkal saja jaraknya.
Dalam keadaan ini, bahkan utk men-ngerem pun tidak sempat.
Untung tidak ada kendaraan lain disebelah kiri.

Ternyata pengendara motor bebek (gak liat merk/tipenya) dibelakang gw gak bernasib seberuntung gw. Sekitar 3 motor mengalami tabrakan beruntun krn kejadian ini.
Gw sempat berhenti dan mau memberikan pertolongan, namun kondisi jalanan langsung ramai, kejadian ada dibelakang gw dengan jalanan satu arah dan penuh dengan pengendara lain yang ingin menolong (menonton?) jadi akhirnya gw lanjutkan perjalanan pulang.

Bisa dibayangkan jika kejadian ini saat hujan besar, gw rasa Red Devil bakalan butuh aplikasi tambahan yaitu sayap biar bisa terbang kalo mental dari fly over.
Jalan kering aja gesernya sampai 3 meteran...

Berdasarkan berita yang gw baca pagi ini dikoran, ternyata banyak pohon tumbang di Jakarta dengan kisaran jam yang sama. Di Manggarai bahkan menimpa sebuah bus.

Berhati-hati saja bro, dan baca cuaca jika hendak bepergian karena banyak hal yang (hampir) tidak dapat kita antisipasi, baik dengan perlengkapan, skill maupun pengalaman.

TEMMY "ReD DeviL" HIMAWAN

--------------------------------------------
reply forum :
Andri.H ( andri_h@wahanaartha.com )
--->

Yup bener, gak cuma sore Tem, udah 2 hari ini tiap berangkat kerja pagi gw juga ngerasain hal yg sama. Kebetulan 2 hari ini gw lagi berangkat pagi2 bgt, kisaran jam 6 pagi, di sekitar daerah jalan Pemuda/Pramuka gw ngalami kejadian ini walaupun gak separah Temmy, paling hanya bergeser beberapa centimeter ke samping, padahal gw lagi bawa Tigi. Kalo gak salah kecepatan angin belakang ini sekitar 50 km/jam...lumayan kenceng utk "nyamber" motor dari samping.
Beware...be carefull...keep on rolling bro
H-002
--------------------------------------------
Wow ... menarik juga istilah yg dipakai bro Temmy adalah invisible wall.

Kejadian serupa (*mirip mungkin ya) terjadi kemarin selepas mengantar boncenger sore hari dari arah Ancol menuju fly over arah Kemayoran. Motor berbelok kanan dengan kecepatan 60 km/jam dan berjalan stabil hingga hembusan angin dari kanan membuat goyang ban belakang dan box, untungnya box menggunakan box geser dan sudah digeser ke arah dalam shg mungkin mengurangi mainan angin yang menerpa motor.
Angin tadi membuat motor bergerak ke kiri beberapa meter ke arah pembatas jalan, spontan kecepatan gue kurangi karena bagian belakang motor nyaris bergoyang aduhai dan stang sempet liar beberapa detik ( *karena gugup) ...
Mungkin dengan banyaknya fly over di jakarta, bikers harus memperhitungkan angin saat berada diatasnya. Dan yang penting tetap konsentrasi pada jalan yang dilalui. Waspada mata melalui spion karena "riding is a full time job" .. terlena sedikit bisa berabe.

--- Andry ---
FSRJ --- Safety Riding is Our Middle Name

--------------------------------------------
On 1/3/07, BlackPro'96 wrote
tul tuh gw juga sering banget ngalamin hal seperti ini bukan hanya di fly over tapi juga kalo kita berada jalan di antara gedung2 seperti di jl. gatot subroto, angin yang menerpa gedung memantul dan menjadi angin turbulance seperti angin yang di keluarkan dari pesawat terbang..
gw pernah baca angin turbulance yang di keluarkan baling2 helicopter aja bisa menggoyang pesawat jet (CMIIW)
--------------------------------------------
On 1/3/07, ..:: d|i|d|a|p ::.. wrote:
memang benar sekali yg dikatakan bro Andri_H selama 2 hari ini angin sangat kencang sekali, tapi gw ga bisa memperkirakan kecepatannya. gw sendiri juga mengalaminya dalam 2 hari belakangan ini setiap kali gw jemput ce gw di bilangan kuningan motor seperti mendorong gw ke kanan ke kiri, ampe gw ngebayangin gmn nasib gw klo anginnya melemparkan gw dg bohay jauh2 (hehe... :D terlalu berlebihan yee). sementara ini gw belom mengalami ato melihat kejadian seperti yg dialami bro Temmy.
--------------------------------------------

(more comin' up)

JALAN LICIN

(M+)

SEDERHANA JALAN LICIN

Ada kiat-kiat sederhana yang bisa diterapkan siapa saja. Termasuk yang baru belajar naik motor. Pokoknya, enteng punya. · Isf@n

Engine Brake
Inga.. inga
.. jalan basah membuat tapak ban licin. Bro kudu hati-hati saat pengereman. Paling sip, gunakan engine brake. Lakukan oper dari gigi tinggi ke rendah secara perlahan, dengan gas halus, supaya roda belakang nggak terkunci. Kemungkinan sliding, kecil.

Rasakan Permukaan Jalan
Saat riding di jalan licin yang nggak rata, rasakan permukaan jalan dengan mengocok rem secara perlahan. Jangan kaget menginjak atau tarik rem.

Akselerasi Lembut
Bro mesti ingat saat akselerasi. Apalagi kalau mesinnya sangar, akselerasi kasar bikin roda belakang spin, belak-belok dan tergelincir. Tarik gas dengan pelan, yang penting selamat.

Di Turunan
Jangan keburu nafsu ketemu turunan. Makin cepat sampeyan meluncur, makin sulit ngerem. Makanya dalam situasi hujan, lebih baik pelan dan pakai gigi rendah. Dengan begitu, motor tertahan putaran mesin.

Di Tanjakan
Bro mesti waspada lawan di depan. Bisa aje doi nggak terkontrol terus menabrak sampeyan. Untuk itu jaga jarak supaya bisa ngeles alias antisipasi dengan gerak menghindar.

Jalan Berlumpur
Saat menikung di jalan berlumpur, pilihlah trek bekas lindasan ban mobil. Di situlan tempat ban motor bro mencengkeram lebih baik.

Sliding? Jangan Panik!
Lagi asyiknya menikung, eh motor sliding. Jangan panik! Kaki wajib tetap di pijakan supaya mudah mengontrol manuver motor. Jangan melawan gerak motor, ikuti aje sambil bro beradaptasi.

Ingat juga, jangan ngerem mendadak. Lepas gas perlahan, lakukan counter steering, ikuti ke mana arah roda depan sambil kaki tetap di pijakan.

Setelah dapat cengkeraman dan kontrol sepenuhnya, jangan keburu girang dan akselerasi mendadak. Meluncurlah keluar dari tikungan dengan hati-hati.

To be a Safe Rider

(source : http://www.drivingsolution.com/ridingtips2.php )

To be a safe rider you need to be pro-active and ride defensively. This means responding to situations before they become problems. For example, you don't wait for a car to turn in front of you before you start braking. Prepare your brakes when you first observe the car approaching the intersection.


To be proactive you need to manage two things 'sight and space'.

Safe riders use 3 key techniques to manage 'sight and space'.
The 3 techniques are: Scanning, Setting up and Buffering.

Scanning
Scanning is constantly moving your eyes to gain information about the riding environment.
Look in the distance, check the road surface, scan to the sides of the road and then glance at your mirrors. Keep your eyes moving, gathering information from all around you.
In corners, point your chin and shoulder in the direction of travel and scan through your intended path. If you can't see at least 5 seconds in front of your motorcycle you must slow down. Who knows what's over the crest or around the bend?

Setting up
Setting up your brakes is the best technique you have of taking control of potential hazards.When you see a hazard or potential situation ahead, you should 'set up' by applying a light pressure to your brakes. Setting up has 3 key benefits.
  • prepares the rider, you have recognised the hazard and decided on a course of action. If needed, you will be able to respond quickly and with more control.
  • prepares the motorcycle, free play in the brakes is taken up, the suspension is compressed, the contact patch of the tyres is flattening, the motorcycle is ready for hard braking if needed.
  • prepares the vehicle behind, you set up and your brake light comes on, you alerted the driver behind that you may be about to brake hard.


You will need at least 3 seconds to react and brake if a problem arises. Set up for any situation where there is potential for something to enter the space 3 seconds in front of your motorcycle.



Buffering
Positioning your motorcycle to create space (a buffer zone) from a potential hazard.
Gently moving away from hazards has many advantages, you give yourself more time to respond, more space to protect you and improve the chances of the driver seeing you.
Buffering should be smooth and well planned, not harsh or erratic. Sometimes in order to create space from a hazard your vision may be reduced or you may move onto a poor surface. Space is a priority, if you have to compromise anything, be sure to slow down.





Right Hand Curve
A. Start out wide for vision
B. Stay away from the 'head on zone' until you see there are no oncoming cars
C. Finish tight to give you space for errorLeft Hand Curve
D. Start out wide for vision
E. Move away from the 'head on zone'
F. Finish tight to give yourself space for error


NOTE: Less than 5 seconds vision SLOW DOWN